![]() |
| Universitas Syiah Kuala |
Universitas Syiah Kuala, atau sering di sapa Unsyiah. Nama yang tidak asing bagi rakyat Aceh, Kampus kebanggaan rakyat Aceh, yang telah berdiri sejak 2 september 1961. Sudah 56 tahun sejak berdirinya kampus yang dijuluki sebagai “Jantong hatee rakyat Aceh” ini telah diakui sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia dan telah mendapatkan akreditasi A.
Unsyiah
didirikan dengan alasan, rakyat Aceh ingin memiliki kampus sendiri, dimana
tidak perlu mengirim anaknya untuk mengejar pendidikan di luar Aceh. Syiah Kuala, yang namanya
ditabalkan pada perguruan tinggi negeri di Serambi Mekkah ini, adalah seorang
ulama Nusantara terkemuka yang bernama Tengku Abdur
Rauf As Singkili pada abad XVI,
yang terkenal baik di bidang ilmu hukum maupun keagamaan.
Untuk mendapatkan akreditasi A,
memerlukan perjuangan dan prestasi, sehingga nama kampus dapat dikenal karena
prestasi dan kerjasama civitas akademika beserta staff dari Unsyiah. Selama 56
tahun Unsyiah berdiri, Unsyiah telah memberikan prestasi yang tidak sedikit.
Tak hanya universitas secara
keseluruhan yang berakreditasi A, tapi Unsyiah memiliki banyak program studi
yang telah mendapatkan akreditasi A selama berkarir di Unsyiah, seperti teknik
sipil, teknik elektro, teknik mesin, teknik kimia, MIPA Kimia, dll.
Mahasiswa adalah penerus bangsa
yang memiliki ilmu untuk memajukan bangsa dalam berbagai bidang yang mereka
kuasai, dan menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat, untuk itu mahasiswa
harus berfikir kritis akan segala kondisi yang mereka hadapi dari hari ke hari.
![]() |
| MAHASISWA ZAMAN OLD vs MAHASISWA ZAMAN NOW |
Mahasiswa zaman old yaitu mahasiswa yang aktif kuliah dibawah tahun 2000an, dimana mahasiswa pada zaman itu memiliki semangat yang membara dan tingkat keingintahuan yang tinggi, oleh karena itu banyak mahasiswa-mahasiswa yang berada pada zaman itu menempatkan dirinya ke lingkungan belajar, seperti perpustakaan, karena pada zaman itu masuk ke universitas merupakan hal yang bergengsi dan hebat.
Mahasiswa zaman itu menjadi
unggulan pada masanya, termasuk dalam kualitas etika yang mereka miliki
sehingga saat itu, mahasiswanya selalu bersikap sopan santun, walau di era
konflik atau era yang masih belum aman, mereka tetap menuntut ilmu dengan penuh
semangat, demi masa depan yang cerah yang akan mereka miliki beberapa tahun
kedepan, walau dengan keterbatasan sumber ilmu dan keterbatasan informasi.
Pada zaman dibawah 2000an, alat
komunikasi sangatlah minim, tidak seperti sekarang yang setiap orang memiliki
alat komunikasinya masing-masing, dulu mencari informasi sangatlah susah,
bahkan buku saja mereka rela mengantri setiap minggunya demi memiliki
pengetahuan serta informasi yang berharga.
Berbeda dengan zaman now, mahasiswa
zaman now yaitu mahasiswa yang aktif di atas tahun 2000an, dimana saat-saat
awal kemajuan teknologi, seiring waktu teknologi semakin maju hingga saat ini,
dengan alat komunikasi dan device yang dimiliki oleh masing-masing individu,
mudahnya akses informasi hanya dengan memainkan jari dan memiliki buku yang
dapat dibawa kemana-mana tanpa antri.
Mahasiswa zaman old, selalu membawa
buku-buku pelajaran yang tebal dan buku catatan kemanapun mereka pergi, untuk
mencari dan mencatat informasi yang ada dimanapun mereka berada. Sangat berbeda
dengan mahasiswa zaman now yang hanya membawa perangkat canggihnya kemana-mana
mereka bisa melakukan apa yang mahasiswa zaman dulu tidak bisa lakukan, tapi,
perangkat canggih yang mereka gunakan membuat mereka menjadi manja, seperti sukar
membaca buku dan menulis apa yang diterangkan oleh dosen, bahkan mereka hanya
cukup mengabadikan nya kedalam perangkat canggih mereka, kemudian dibiarkan
tanpa membacanya sedikitpun.
Mahasiswa zaman now memiliki
semangat yang kurang membara atau kurang rajin dari pada dengan mahasiswa zaman
old, dimana mahasiswa zaman now lebih memilih untuk melalaikan dirinya dengan
hiburan, musik, dll. Sangat minim untuk meluangkan waktunya untuk belajar,
hanya sebagian mahasiswa yang
semangatnya membara layaknya mahasiswa zaman old, dimana ia masih sadar kalau
hidup bermasyarakat memiliki banyak beban, dengan teknologi yang semakin maju
dari hari ke hari.
Etika mahasiswa zaman now jauh
lebih buruk dari pada etika dan sikap mahasiswa zaman old, dikarenakan faktor majunya
teknologi, dan adanya social media, sehingga banyak mahasiswa bersikap kurang
sopan ketika bertemu dengan yang lebih tua, berbeda dengan mahasiswa zaman old yang sangat menghormati dan menghargai orang yang lebih tua sehingga mereka bersikap sangat sopan.
Keingintahuan yang dimiliki
mahasiswa zaman now sangat kurang, mahasiswa zaman now sudah jarang membaca
buku ilmiah atau buku pelajaran, mahasiswa zaman now akan lebih memilih tempat
yang memiliki akses internet gratis daripada membaca buku, jika mereka membaca
buku maka mereka akan lebih memilih untuk membaca buku fiktif dan bergambar. Demi
memanfaatkan kecanggihan teknologi yang mereka miliki sekarang, mahasiswa zaman
now lebih suka mempelajari sesuatu dari video atau praktek langsung.
Walau kualitas mahasiswa zaman now
lebih rendah dari kualitas mahasiswa zaman old, tapi mahasiswa zaman now tetap
bisa berprestasi, setiap generasi pasti ada yang menyumbangkan prestasinya
mewakili nama kampus yang dijuluki sebagai "Jantong hatee rakyat Aceh" ini. Setiap
zaman memiliki kapasitas mahasiswa yang berbeda, walaupun mahasiswa zaman now
hidup di era millennium, tapi tetap bisa memanfaatkan teknologi yang mereka
punya untuk hal kebaikan untuk diri sendiri maupun orang lain.
“Dulu, nama besar kampus disebabkan oleh karena kehebatan mahasiswanya. Sekarang, mahasiswa ingin hebat karena nama besar kampusnya.”
--Pidi Baiq--
Sumber
referensi :

