Friday, November 17, 2017

MAHASISWA ZAMAN OLD VS MAHASISWA ZAMAN NOW

Universitas Syiah Kuala

Universitas Syiah Kuala, atau sering di sapa Unsyiah. Nama yang tidak asing bagi rakyat Aceh, Kampus kebanggaan rakyat Aceh, yang telah berdiri sejak 2 september 1961. Sudah 56 tahun sejak berdirinya kampus yang dijuluki sebagai “Jantong hatee rakyat Aceh” ini telah diakui sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia dan telah mendapatkan akreditasi A.
Unsyiah didirikan dengan alasan, rakyat Aceh ingin memiliki kampus sendiri, dimana tidak perlu mengirim anaknya untuk mengejar pendidikan di luar Aceh. Syiah Kuala, yang namanya ditabalkan pada perguruan tinggi negeri di Serambi Mekkah ini, adalah seorang ulama Nusantara terkemuka yang bernama Tengku Abdur Rauf As Singkili pada abad XVI, yang terkenal baik di bidang ilmu hukum maupun keagamaan.
Untuk mendapatkan akreditasi A, memerlukan perjuangan dan prestasi, sehingga nama kampus dapat dikenal karena prestasi dan kerjasama civitas akademika beserta staff dari Unsyiah. Selama 56 tahun Unsyiah berdiri, Unsyiah telah memberikan prestasi yang tidak sedikit.
Tak hanya universitas secara keseluruhan yang berakreditasi A, tapi Unsyiah memiliki banyak program studi yang telah mendapatkan akreditasi A selama berkarir di Unsyiah, seperti teknik sipil, teknik elektro, teknik mesin, teknik kimia, MIPA Kimia, dll.
Mahasiswa adalah penerus bangsa yang memiliki ilmu untuk memajukan bangsa dalam berbagai bidang yang mereka kuasai, dan menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat, untuk itu mahasiswa harus berfikir kritis akan segala kondisi yang mereka hadapi dari hari ke hari.

MAHASISWA ZAMAN OLD vs MAHASISWA ZAMAN NOW

Mahasiswa zaman old yaitu mahasiswa yang aktif kuliah dibawah tahun 2000an, dimana mahasiswa pada zaman itu memiliki semangat yang membara dan tingkat keingintahuan yang tinggi, oleh karena itu banyak mahasiswa-mahasiswa yang berada pada zaman itu menempatkan dirinya ke lingkungan belajar, seperti perpustakaan, karena pada zaman itu masuk ke universitas merupakan hal yang bergengsi dan hebat.
Mahasiswa zaman itu menjadi unggulan pada masanya, termasuk dalam kualitas etika yang mereka miliki sehingga saat itu, mahasiswanya selalu bersikap sopan santun, walau di era konflik atau era yang masih belum aman, mereka tetap menuntut ilmu dengan penuh semangat, demi masa depan yang cerah yang akan mereka miliki beberapa tahun kedepan, walau dengan keterbatasan sumber ilmu dan keterbatasan informasi.
Pada zaman dibawah 2000an, alat komunikasi sangatlah minim, tidak seperti sekarang yang setiap orang memiliki alat komunikasinya masing-masing, dulu mencari informasi sangatlah susah, bahkan buku saja mereka rela mengantri setiap minggunya demi memiliki pengetahuan serta informasi yang berharga.
Berbeda dengan zaman now, mahasiswa zaman now yaitu mahasiswa yang aktif di atas tahun 2000an, dimana saat-saat awal kemajuan teknologi, seiring waktu teknologi semakin maju hingga saat ini, dengan alat komunikasi dan device yang dimiliki oleh masing-masing individu, mudahnya akses informasi hanya dengan memainkan jari dan memiliki buku yang dapat dibawa kemana-mana tanpa antri.
Mahasiswa zaman old, selalu membawa buku-buku pelajaran yang tebal dan buku catatan kemanapun mereka pergi, untuk mencari dan mencatat informasi yang ada dimanapun mereka berada. Sangat berbeda dengan mahasiswa zaman now yang hanya membawa perangkat canggihnya kemana-mana mereka bisa melakukan apa yang mahasiswa zaman dulu tidak bisa lakukan, tapi, perangkat canggih yang mereka gunakan membuat mereka menjadi manja, seperti sukar membaca buku dan menulis apa yang diterangkan oleh dosen, bahkan mereka hanya cukup mengabadikan nya kedalam perangkat canggih mereka, kemudian dibiarkan tanpa membacanya sedikitpun.
Mahasiswa zaman now memiliki semangat yang kurang membara atau kurang rajin dari pada dengan mahasiswa zaman old, dimana mahasiswa zaman now lebih memilih untuk melalaikan dirinya dengan hiburan, musik, dll. Sangat minim untuk meluangkan waktunya untuk belajar, hanya sebagian mahasiswa  yang semangatnya membara layaknya mahasiswa zaman old, dimana ia masih sadar kalau hidup bermasyarakat memiliki banyak beban, dengan teknologi yang semakin maju dari hari ke hari.
Etika mahasiswa zaman now jauh lebih buruk dari pada etika dan sikap mahasiswa zaman old, dikarenakan faktor majunya teknologi, dan adanya social media, sehingga banyak mahasiswa bersikap kurang sopan ketika bertemu dengan yang lebih tua, berbeda dengan mahasiswa zaman old yang sangat menghormati dan menghargai orang yang lebih tua sehingga mereka bersikap sangat sopan.
Keingintahuan yang dimiliki mahasiswa zaman now sangat kurang, mahasiswa zaman now sudah jarang membaca buku ilmiah atau buku pelajaran, mahasiswa zaman now akan lebih memilih tempat yang memiliki akses internet gratis daripada membaca buku, jika mereka membaca buku maka mereka akan lebih memilih untuk membaca buku fiktif dan bergambar. Demi memanfaatkan kecanggihan teknologi yang mereka miliki sekarang, mahasiswa zaman now lebih suka mempelajari sesuatu dari video atau praktek langsung.
Walau kualitas mahasiswa zaman now lebih rendah dari kualitas mahasiswa zaman old, tapi mahasiswa zaman now tetap bisa berprestasi, setiap generasi pasti ada yang menyumbangkan prestasinya mewakili nama kampus yang dijuluki sebagai "Jantong hatee rakyat Aceh" ini. Setiap zaman memiliki kapasitas mahasiswa yang berbeda, walaupun mahasiswa zaman now hidup di era millennium, tapi tetap bisa memanfaatkan teknologi yang mereka punya untuk hal kebaikan untuk diri sendiri maupun orang lain.

“Dulu, nama besar kampus disebabkan oleh karena kehebatan mahasiswanya. Sekarang, mahasiswa ingin hebat karena nama besar kampusnya.”
 --Pidi Baiq--

Sumber referensi :